Timur dan Barat di Era Globalisasi* – Bagian 2


01 shape Jul

Bagi para penganut agama Nasrani―bila memerlukan sesuatu untuk perbaikan tempat ibadah mereka atau satu kepentingan mereka dan agama mereka―yang membutuhkan bantuan dari kaum Muslim, maka hendaklah mereka dibantu dan bantuan itu bukan merupakan utang yang dibebankan kepada mereka, tetapi dukungan buat mereka demi kemaslahatan agama mereka serta pemenuhan janji Rasul (Muhammad saw.) kepada mereka dan anugerah dari Allah dan Rasul-Nya buat mereka. Tidak boleh seorang Nasrani dipaksa untuk memeluk agama Islam, Janganlah mendebat orang-orang Yahudi dan Nasrani yang berselisih pendapat denganmu, kecuali dengan cara yang paling baik. Kecuali dengan orang-orang yang melampaui batas dan katakan, “Kami percaya dengan apa yang diturunkan Allah kepada kami, (al-Qur’an), juga dengan apa yang diturunkan kepada kalian (Taurat dan Injil). Tuhan kami dan Tuhan kamu adalah satu. Dan kami hanya tunduk kepada-Nya semata” (QS. al-‘Ankabut [29]: 46). Mereka hendaknya diberi perlindungan berdasar kasih sayang dan dicegah segala yang buruk yang dapat menimpa mereka kapan dan di mana pun. Demikian janji Rasul Muhammmad saw. Demikian juga sikap yang diajarkan Islam terhadap umat Nasrani.

Sekali lagi, kita tidak mengingkari adanya perbedaan antara kita, tapi tidak juga dapat disangkal adanya persamaan dan titik temu antara kita. Perbedaan yang ada bisa ditemukan titik temunya kalau kita tulus mengusahakannya dan mengikuti tuntunan Nabi-nabi kita, karena seperti sabda Nabi Muhammad saw.: Para Nabi bersaudara, ayah mereka satu dan ibu mereka berbeda-beda, yakni semua mengarah kepada Tuhan Yang Maha Esa walau ibu mereka―yakni syariat mereka―berbeda-beda.

Seandainya kita tidak sepakat dalam hal-hal tertentu, maka mari kita sepakat untuk tidak bersepakat: lakum dinikum wa liya din, karena dalam era globalisasi banyak sekali area untuk bekerja sama antara Timur dan Barat. Saya sadar bahwa ada hambatan yang dapat menghalangi kita, terutama dengan kehadiran sekelompok orang atau organisasi yang mengatasnamakan Islam atau hak asasi manusia dan kebebasan berbicara yang tidak jarang mengeruhkan suasana, bahkan memperuncing perbedaan. Yakinlah bahwa mereka, kendati mengatasnamakan Islam atau kemanusiaan, namun Islam dan kemanusiaan amat berbeda, bahkan berlepas diri dengan apa yang mereka klaim dan tampilkan. Kami juga yakin bahwa apa yang ditampilkan oleh media atau ditulis oleh sementara orang tidak sepenuhnya mencerminkan Islam, sebagaimana tidak sepenuhnya apa yang ditampilkkan oleh TV dan film yang tersebar di aneka penjuru mencerminkan secara jujur masyarakat Barat. Sungguh sangat disayangkan bahwa itu semua telah mengakibatkan image buruk, apalagi tidak terdengar suara yang mengecamnya.

Pages: 1 2 3 4


Leave Comment

0 Comments

Leave Reply

You must be logged in to post a comment.

Leave a Reply

Copyrights 2015 | Elha Omni Media