Article

Pemahaman Jihad dalam Perspektif Islam di Indonesia*


01 shape May

Kata jihad cukup populer di dunia Islam temasuk di Indonesia, bahkan tidak keliru jika dikatakan bahwa jihad merupakan salah satu prinsip dasar ajaran Islam. Sayang, kata ini sering kali dikerdilkan maknanya atau dan digunakan bukan pada tempatnya.

Kata jihad terambil dari Bahasa Arab: jahd, yang pada mulanya berarti kesulitan/kesukaran atau juhud, yakni kemampuan. Kedua makna tersebut mengisyaratkan bahwa jihad yang sebenarnya tidaklah mudah, tetapi dapat menjadikan sang mujahid berhadapan dengan aneka kesulitan dan kesukaran. Sang Mujahid juga dituntut untuk tidak berhenti sebelum kemampuannya berakhir atau cita-citanya terpenuhi. Itu sebabnya dalam perjuangan merebut kemerdekaan, para mujahid/pejuang bangsa kita berpekik, “Merdeka atau mati.”

Continue reading

Pages: 1 2 3


Charlie Hebdo


  • by admin quraishshihab.com
  • Article

23 shape Jan

Serangan terhadap kantor Charlie Hebdo di Paris yang menewaskan 12 orang, menghebohkan dunia. Berbagai tanggapan muncul terhadap peristiwa tersebut. Ada yang merasa bahwa itu adalah balasan setimpal atas pelecehan majalah tersebut dengan karikaturnya terhadap Nabi Muhammad saw. Namun tidak sedikit yang mengecam serangan itu sambil mengingatkan standar ganda dunia Barat yang diam seribu bahasa terhadap teror dan pembunuhan yang dilakukan oleh Israel terhadap orang-orang di Palestina.

Tokoh-tokoh Islam yang mengecamnya mengingatkan bahwa bukan demikian cara yang diajarkan al-Qur’an menghadapi para peleceh dan pengejek Nabi saw. Al-Qur’an mengingatkan bahwa: “Sungguh kamu akan diuji menyangkut harta kamu dan diri kamu. Dan kamu sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 189). Tuntunan ini ditujukan kepada umat Islam kapan pun dan di mana pun. Continue reading


Terjemahan Naskah Janji Rasulullah Muhammad saw. dengan Penganut Agama Kristen


31 shape Dec

Dalam suasana tahun baru dan perayaan Natal, penulis mengajak kita semua untuk merenungkan janji Nabi Muhamamad saw. yang beliau nyatakan kepada umat Kristiani dari Najran (satu wilayah Saudi Arabia yang berbatasan dengan Yaman). Kendati janji ini disampaikan kepada kaum Nasrani Najran, tapi ia tidak terbatas buat mereka, namun buat semua kaum Nasrani di seluruh persada bumi dan sepanjang masa. Naskah Janji Nabi itu sebagai berikut:

Najran dan kelompoknya serta semua penganut agama Nasrani di seluruh dunia berada dalam perlindungan Allah dan pembelaan Muhammad Rasulullah menyangkut harta benda, jiwa, dan agama mereka, baik yang hadir (dalam pertemuan ini) maupun yang gaib. Termasuk juga keluarga mereka, tempat-tempat ibadah mereka, dan segala sesuatu yang berada dalam wewenang mereka, sedikit atau banyak. Continue reading


Selamat Natal


25 shape Dec

Selamat Natal yang diucapkan seorang Muslim kepada penganut agama Kristen dianggap haram oleh sementara orang dan dinilai sesat dan menyesatkan siapa yang membolehkannya. Itu yang biasa terdengar di Indonesia, tetapi tidak demikian di kalangan ulama di Timur Tengah. Berikut tulisan ulama besar Suriah Mustafa az-Zarqa’ yang termuat dalam kumpulan fatwanya “Fatwa Mustafa az-Zarqa”. Fatwa-fatwa itu dihimpun oleh Majed Ahmad Makky dan diantar oleh ulama besar Mesir kenamaan: Yusuf al-Qardhawy. Al-Qardhawy mengakui az-Zarqa’ sebagai gurunya dan merasa bangga menulis pengantar tentang kumpulan fatwa itu. Continue reading


Ibu


22 shape Dec

Ibu—Mama, Mami, Mak, atau apa pun kata yang digunakan manusia untuk memanggil  siapa yang melahirkannnya—kesemuanya merupakan kata panggilan yang paling mesra dan tulus yang dikenal oleh umat manusia.

Ibu adalah belasungkawa ketika anak sedih, harapan ketika asanya putus, kekuatan ketika kelemahannya tampil. Yang kehilangan ibu kehilangan dada tempat bersandar, tangan yang membelai, dan mata yang penuh kasih memandang dan menjaga. Continue reading


Perkawinan Usia Muda


09 shape Dec

Beberapa minggu lalu saya mendapat kehormatan hadir di Mahkamah Konstitusi sebagai saksi ahli yang diharapkan menyampaikan pandangan Islam tentang perkawinan usia muda.

Di sana antara lain saya kemukakan bahwa: al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw. tidak menetapkan usia tertentu untuk perkawinan. Ini karena pada dasarnya, al-Qur’an tidak merinci persoalan-persoalan yang dapat mengalami perubahan akibat perkembangan masa atau perbedaan situasi dan pelaku. Yang dirincinya adalah hal-hal yang dibutuhkan manusia, tetapi tidak dapat terjangkau oleh nalarnya, seperti persoalan-persoalan metafisika. Continue reading


Majelis al-Hukama’


25 shape Nov

Saya baru saja kembali dari Mesir mengikuti dan menghadiri pembentukan apa yang  dinamai: Majlis Hukama’ al-IslamMuslim Elders Counsil/Majelis Orang-orang Bijak Muslim. Pendiri Majelis ini terdiri dari dua belas orang yang datang dari berbagai negara Muslim, antara lain Mesir, Maroko, Tunisia, Uni Emirat Arab, Nigeria, dan Indonesia. Ketuanya yang terpilih  adalah Dr. Ahmad ath-Thayyib dari Mesir. Beliau adalah mantan Mufti Mesir dan mantan Rektor Universitas al-Azhar Mesir, dan kini adalah Pemimpin Tertinggi Lembaga-lembaga al-Azhar Mesir. Continue reading


Berlalu Lintas


  • by admin quraishshihab.com
  • Article

04 shape Nov

Hamba-hamba ar-Rahmân—Tuhan Pencurah Kasihadalah  orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan “salam” (yakni mari berpisah dengan damai) (QS. al-Furqân [25]: 63).

Kandungan pesan di atas sejalan dengan kandungan pesan QS. al-Isra’ [17]: 37 yang maksudnya: “Janganlah engkau—siapa pun engkau—berjalan di persada bumi dengan  penuh keangkuhan/ugal-ugalan. Itu hanya dapat engkau lakukan kalau engkau telah dapat meraih segala sesuatu, padahal meskipun engkau berusaha sekuat tenaga tetap saja kakimu tidak dapat menembus bumi walau sekeras apa pun entakanya, dan kendati engkau telah merasa tinggi, namun kepalamu tidak akan dapat setinggi gunung.” Continue reading


Kabinet


24 shape Oct

Alhamdulillah Kabinet akan segera diumumkan. Menteri-menteri pun segera melangkah. Dalam konteks pemilihan pembantu-pembantu Presiden itu, kita teringat salah satu sabda Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan, antara lain oleh Imam Bukhari yang menyatakan: Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi, tidak juga menetapkan khalifah atau pemimpin masyarakat, kecuali ada dalam lingkarannya, teman-teman yang mengajaknya kepada kebaikan atau teman-teman yang mengajaknya kepada keburukan. Yang terpelihara adalah yang dipelihara oleh Allah.  Continue reading


Pesan untuk Para Pemimpin


19 shape Oct

Bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla,

Izinkanlah saya menyampaikan taushiyah kepada Bapak berdua. Taushiyah yang pernah disampaikan oleh sekian orang bijak kepada sekian kepala pemerintahan. Saya menyampaikannya bukan karena menduga Bapak tidak tahu,  tidak juga merasa bahwa Bapak akan melakukan hal buruk, tapi sekadar mengingatkan karena manusia di tengah kesibukannya atau semangatnya yang menggebu sering kali lengah atau lupa.

Pak Jokowi dan Pak JK,

Ingatlah—ketika Bapak berdua—besok  Insya Allah diangkat sebagai kepala negara dan wakil kepala negara, bahwa  Allah swt. merestui seseorang menjadi imam/kepala negara dengan tujuan menjadi penegak segala yang roboh, pelurus segala yang bengkok, pelaku perbaikan segala yang rusak, menjadi kekuatan bagi yang lemah, keadilan bagi yang teraniaya, serta tempat berlindung semua yang takut.

Kepala negara  yang adil bagaikan penggembala yang sangat kasih terhadap gembalaannya. Ia mengantarnya ke tempat rerumputan yang terbaik, menghindarkannya dari jurang  yang menjerumuskan, melindunginya dari binatang buas, serta membawanya jauh dari sengatan panas dan dingin.

Kepala negara yang adil adalah yang sekali berada di depan untuk memberi teladan, di kali lain di belakang untuk mendorong, dan di kali ketiga berada pada posisi tengah. Ini antara lain berarti bahwa ia hendaknya berada antara Tuhan dengan masyarakat yang dipimpinnya, ia mendengar firman-Nya lalu memperdengarkannya kepada mereka, ia “melihat” Allah  lalu memperlihatkan-Nya kepada mereka, ia tunduk kepada Allah lalu menundukkan masyarakatnya kepada-Nya.

Pak Jokowi dan Pak JK,

Ingatlah bahwa Allah swt. menetapkan sanksi hukum dengan tujuan menghindarkan manusia dari dosa dan keburukan, maka sungguh bagaimana jadinya jika yang diserahi mengurus manusia justru melakukan dosa dan keburukan?

Ingatlah bahwa Allah menetapkan qishash sanksi hukum dengan tujuan memelihara hidup manusia, maka bagaimana jadinya jika yang diberi wewenang menjatuhkan qishash, justru ia yang mengabaikan hak hidup manusia?

Renungkanlah tentang kematian dan apa yang sesudah kematian! Ingatlah bahwa setiap orang, walau di dunia ini mendapat dukungan yang banyak, namun kelak di akhirat ia berpotensi kehilangan pendukung. Karena itu, berbekallah sejak dini menghadapi hari esok yang menakutkan itu. Kelak Anda akan mendapatkan tempat bukan seperti yang Anda tempati di dunia ini. Bisa amat buruk, tapi bisa juga amat sangat baik.

Pak Jokowi dan Pak JK,

Janganlah menjalankan pemerintahan seperti cara orang yang jahil, jangan juga menempuh jalan yang ditelusuri oleh orang zalim. Jika kekuasan Anda mendorong Anda berbuat zalim, maka ingatlah kuasa Allah terhadap Anda. Jangan beri peluang kepada yang angkuh, jangan juga kepada penindas, karena jika ini terjadi lalu Anda biarkan, maka Anda akan memikul, di samping dosa-dosa Anda sendiri, juga dosa-dosa mereka yang Anda biarkan itu.

Jangan sekali-kali teperdaya oleh orang-orang yang memuji-muji Anda. Jangan juga dengan mereka yang berusaha meraih kenikmatan melalui kekuasaan yang Anda miliki karena mereka itu menikmati dunia mereka atas biaya hilangnya kenikmatan Anda di akhirat.

Jangan juga mata Anda tertuju kepada kekuasaan yang Anda miliki dewasa ini, tetapi arahkanlah pandangan ke hari esok ketika kita semua akan terbelenggu oleh belenggu kematian, berdiri menghadap  Allah di arena di mana tunduk semua wajah dengan rendah hati kepada Tuhan Yang MahaHidup, Kekal, lagi senantiasa mengurus makhluk-Nya.

Pak Jokowi dan Pak JK,

Bisa jadi pesan orang-orang bijak yang saya sampaikan ini pahit terasa, walau saya telah berusaha mengurangi kepahitannya. Namun bila kepahitan masih juga Bapak berdua rasakan, maka anggaplah ia sebagai upaya imunisasi yang membentengi Bapak berdua. Imunisasi perlu, Pak, karena di sekeliling kita bertebaran kuman dan virus yang membahayakan.

Akhirnya, doa kami antara lain adalah: Seandainya kedudukan Presiden dan Wakil Presiden yang besok Insya Allah akan Bapak emban, seandainya jabatan itu merupakan takdir yang ditetapkan Allah terhadap Bapak, maka kami berdoa semoga Allah membimbing dan memberi Bapak kekuatan untuk mengantar kami ke pulau harapan, ke cita-cita Proklamasi. Dan jika pengangkatan Bapak berdua adalah karena itu merupakan takdir kami sebagai rakyat, maka kami bermohon kiranya Allah membantu kami untuk mendukung Bapak memikul tanggung jawab yang berat itu. Shalawat dan rahmat semoga selalu tercurah kepada kita semua.

[Tausiah M. Quraish Shihab pada acara “Zikir Khatm al-Qur’an dan Tasyakuran”, Masjid Sunda Kelapa, 19 Oktober 2014]


Copyrights 2015 | Elha Omni Media