Demokrasi

Pertemuan Grand Syaikh al-Azhar dan Majelis Hukama’ al-Muslimin di Jakarta


22 shape Feb

Grand Syaikh al-Azhar, Prof. Dr. Syaikh Ahmad ath-Thayyib, beserta Majelis Hukama’ al-Muslimin yang dipimpinnya tiba di Jakarta pada Minggu, 21 Februari 2016, malam dan disambut oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Kunjungan ini untuk mempererat hubungan antara masyarakat Muslim Indonesia dengan al-Azhar, terutama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan dakwah keagamaan.

Continue reading


Pemimpin yang Baik


25 shape Oct

Seorang pemimpin―apa pun bidang kepemimpinannya, baik politik maupun sosial, bahkan keagamaan―dituntut untuk memperhatikan kondisi yang dipimpinnya, bahkan berusaha untuk memenuhi keinginan mereka. Demikian secara umum orang berkata. Continue reading


Kabinet


24 shape Oct

Alhamdulillah Kabinet akan segera diumumkan. Menteri-menteri pun segera melangkah. Dalam konteks pemilihan pembantu-pembantu Presiden itu, kita teringat salah satu sabda Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan, antara lain oleh Imam Bukhari yang menyatakan: Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi, tidak juga menetapkan khalifah atau pemimpin masyarakat, kecuali ada dalam lingkarannya, teman-teman yang mengajaknya kepada kebaikan atau teman-teman yang mengajaknya kepada keburukan. Yang terpelihara adalah yang dipelihara oleh Allah.  Continue reading


Pesan untuk Para Pemimpin


19 shape Oct

Bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla,

Izinkanlah saya menyampaikan taushiyah kepada Bapak berdua. Taushiyah yang pernah disampaikan oleh sekian orang bijak kepada sekian kepala pemerintahan. Saya menyampaikannya bukan karena menduga Bapak tidak tahu,  tidak juga merasa bahwa Bapak akan melakukan hal buruk, tapi sekadar mengingatkan karena manusia di tengah kesibukannya atau semangatnya yang menggebu sering kali lengah atau lupa.

Pak Jokowi dan Pak JK,

Ingatlah—ketika Bapak berdua—besok  Insya Allah diangkat sebagai kepala negara dan wakil kepala negara, bahwa  Allah swt. merestui seseorang menjadi imam/kepala negara dengan tujuan menjadi penegak segala yang roboh, pelurus segala yang bengkok, pelaku perbaikan segala yang rusak, menjadi kekuatan bagi yang lemah, keadilan bagi yang teraniaya, serta tempat berlindung semua yang takut.

Kepala negara  yang adil bagaikan penggembala yang sangat kasih terhadap gembalaannya. Ia mengantarnya ke tempat rerumputan yang terbaik, menghindarkannya dari jurang  yang menjerumuskan, melindunginya dari binatang buas, serta membawanya jauh dari sengatan panas dan dingin.

Kepala negara yang adil adalah yang sekali berada di depan untuk memberi teladan, di kali lain di belakang untuk mendorong, dan di kali ketiga berada pada posisi tengah. Ini antara lain berarti bahwa ia hendaknya berada antara Tuhan dengan masyarakat yang dipimpinnya, ia mendengar firman-Nya lalu memperdengarkannya kepada mereka, ia “melihat” Allah  lalu memperlihatkan-Nya kepada mereka, ia tunduk kepada Allah lalu menundukkan masyarakatnya kepada-Nya.

Pak Jokowi dan Pak JK,

Ingatlah bahwa Allah swt. menetapkan sanksi hukum dengan tujuan menghindarkan manusia dari dosa dan keburukan, maka sungguh bagaimana jadinya jika yang diserahi mengurus manusia justru melakukan dosa dan keburukan?

Ingatlah bahwa Allah menetapkan qishash sanksi hukum dengan tujuan memelihara hidup manusia, maka bagaimana jadinya jika yang diberi wewenang menjatuhkan qishash, justru ia yang mengabaikan hak hidup manusia?

Renungkanlah tentang kematian dan apa yang sesudah kematian! Ingatlah bahwa setiap orang, walau di dunia ini mendapat dukungan yang banyak, namun kelak di akhirat ia berpotensi kehilangan pendukung. Karena itu, berbekallah sejak dini menghadapi hari esok yang menakutkan itu. Kelak Anda akan mendapatkan tempat bukan seperti yang Anda tempati di dunia ini. Bisa amat buruk, tapi bisa juga amat sangat baik.

Pak Jokowi dan Pak JK,

Janganlah menjalankan pemerintahan seperti cara orang yang jahil, jangan juga menempuh jalan yang ditelusuri oleh orang zalim. Jika kekuasan Anda mendorong Anda berbuat zalim, maka ingatlah kuasa Allah terhadap Anda. Jangan beri peluang kepada yang angkuh, jangan juga kepada penindas, karena jika ini terjadi lalu Anda biarkan, maka Anda akan memikul, di samping dosa-dosa Anda sendiri, juga dosa-dosa mereka yang Anda biarkan itu.

Jangan sekali-kali teperdaya oleh orang-orang yang memuji-muji Anda. Jangan juga dengan mereka yang berusaha meraih kenikmatan melalui kekuasaan yang Anda miliki karena mereka itu menikmati dunia mereka atas biaya hilangnya kenikmatan Anda di akhirat.

Jangan juga mata Anda tertuju kepada kekuasaan yang Anda miliki dewasa ini, tetapi arahkanlah pandangan ke hari esok ketika kita semua akan terbelenggu oleh belenggu kematian, berdiri menghadap  Allah di arena di mana tunduk semua wajah dengan rendah hati kepada Tuhan Yang MahaHidup, Kekal, lagi senantiasa mengurus makhluk-Nya.

Pak Jokowi dan Pak JK,

Bisa jadi pesan orang-orang bijak yang saya sampaikan ini pahit terasa, walau saya telah berusaha mengurangi kepahitannya. Namun bila kepahitan masih juga Bapak berdua rasakan, maka anggaplah ia sebagai upaya imunisasi yang membentengi Bapak berdua. Imunisasi perlu, Pak, karena di sekeliling kita bertebaran kuman dan virus yang membahayakan.

Akhirnya, doa kami antara lain adalah: Seandainya kedudukan Presiden dan Wakil Presiden yang besok Insya Allah akan Bapak emban, seandainya jabatan itu merupakan takdir yang ditetapkan Allah terhadap Bapak, maka kami berdoa semoga Allah membimbing dan memberi Bapak kekuatan untuk mengantar kami ke pulau harapan, ke cita-cita Proklamasi. Dan jika pengangkatan Bapak berdua adalah karena itu merupakan takdir kami sebagai rakyat, maka kami bermohon kiranya Allah membantu kami untuk mendukung Bapak memikul tanggung jawab yang berat itu. Shalawat dan rahmat semoga selalu tercurah kepada kita semua.

[Tausiah M. Quraish Shihab pada acara “Zikir Khatm al-Qur’an dan Tasyakuran”, Masjid Sunda Kelapa, 19 Oktober 2014]


Fanatisme


23 shape Sep

Tidak jarang orang mencela sikap fanatisme atau siapa yang fanatik. Celaan itu bisa pada tempatnya dan bisa juga tidak karena fanatisme dalam pengertian bahasa sebagaimana dikemukakan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah: “Keyakinan/kepercayaan yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya)”.

Sifat ini bila menghiasi diri seseorang dalam agama dan keyakinannya dapat dibenarkan bahkan terpuji, tetapi ia menjadi tercela jika sikapnya itu mengundangnya melecehkan orang lain dan merebut hak mereka menganut ajaran, kepercayaan, atau pendapat yang dipilihnya. Continue reading


Keputusan Mahkamah Konstitusi


19 shape Aug

Ada satu peristiwa dan sedikitnya satu ayat dalam al-Qur’an yang hadir ke benak penulis saat menantikan keputusan Makhkamah Konstitusi menyangkut apa yang dipersengketakan antara pasangan Capres dan Cawapres No. 1 dan No. 2.

Peristiwa yang saya maksud adalah sengketa Sipadan dan Ligitan antara Indonesia dan Malaysia. Pada mulanya, Indonesia ingin masalah ini diselesaikan melalui Dewan Tinggi Asean, namun ditolak oleh Malaysia, lalu setelah berlarut, Indonesia menyetujui untuk diselesaikan melalui  Mahkamah International (ICJ). Pendek cerita, pada bulan Desember 2002 keluar keputusan Mahkamah International itu memenangkan Malaysia dengan dukungan 16 hakim, sementara hanya satu orang yang berpihak kepada Indonesia. Continue reading


Doa untuk Indonesia


05 shape Jul

Alhamdulilah segala puji bagi-Mu yang telah menganugerahkan kami tanah air yang dilukiskan sebagai sekeping taman surga. Segala puji bagi-Mu yang menjadikan kami ber-Bhineka Tunggal Ika. Segala puji bagi-Mu yang telah menakdirkan kami bebas merdeka. Segala puji bagi-Mu yang menjadikan kami berpeluang memilih sendiri pemimpin yang kami rasa lebih dekat kepada kami dan kami pikir lebih mampu menanggulangi keluhan dan mewujudkan keinginan kami serta lebih bisa—atas bantuan-Mu Ya Allah—memberi rasa aman dan tenteram bagi kami dan anak cucu kami. Continue reading


Bicara dan Diam


02 shape Jul

Banyak sekali ungkapan dalam berbagai bahasa yang memuji diam dibandingkan dengan bicara. “Kalau berbicara adalah perak, maka diam adalah emas.”  Yang Anda ketahui sebelum Anda ucapkan adalah tawanan Anda dan setelah Anda ucapkan maka Anda menjadi tawanannya. “Menyesal karena diam, hanya sekali, menyesal karena bicara, seribu kali.” Demikian sedikit dari banyak ungkapan dan kata hikmah.

Namun kata orang bijak: Keistimewaan diam ketimbang berbicara seperti yang tecermin dalam ungkapan di atas tidaklah mutlak. Membicarakan kebajikan dengan baik lebih baik daripada diam. Di sini pembicaraan menjadi  hiasan bagi si pembicara, sedang diamnya  yang diam menjadikannya tampil tanpa hiasan. Continue reading


Pesan untuk Capres dan Cawapres


03 shape Jun

Ulama besar Mesir Muhammad Mutawally asy-Sya’rawy pernah berpesan kepada Husny Mubarak menjelang pemilihan presiden di Mesir.

Katanya di hadapan sosok itu yang kemudian “terpilih” sebagai presiden dan yang kesudahannya yang tragis telah diketahui oleh masyarakat Mesir bahkan dunia: “Saya kini telah tiba pada usia yang menjadikanku menantikan datangnya maut. Saya tidak ingin menutup hidupku dengan kemunafikan. Karena itu, saya akan menyampaikan pesan singkat kepada semua lapisan masyarakat—kepada Pemerintah dan partai-partai, kepada para oposan dan pendukung, dan juga kepada rakyat yang saya akan sangat menyesal bila mereka bersikap pasif, saya ingin agar semua sadar bahwa kekuasaan seluruhnya berada dalam genggaman Allah. Dia yang menganugerahkannya kepada siapa yang Dia kehendaki.” Continue reading


Copyrights 2015 | Elha Omni Media