Rukun Iman

Al-Qur’an 2: Bagian 4


29 shape Sep

Terjemah al-Qur’an dalam bahasa apa pun bukanlah al-Qur’an. Tidak ada satu bahasa pun yang dapat dialihbahasakan ke dalam bahasa lain sehingga maknanya persis sama. Jadi, terjemahan al-Qur’an hanyalah terjemahan maksudnya.


Al-Qur’an 2 : Bagian 3


21 shape Sep

Al-Qur’an adalah bukti kebenaran Nabi Muhammad saw. Bukti kebenarannya secara garis besar ada tiga hal: (1) Bahasanya indah memesona; kata-katanya seimbang, misalnya kata setan disebut 88 kali, lawannya kata malaikat juga disebut 88 kali. (2) Memberi isyarat ilmiah, contohnya Allah menyatakan bahwa matahari itu dhiya’ (cahaya yang bersumber dari dirinya), sedangkan bulan itu nur (pantulan cahaya). (3) Pemberitaan ghaibnya; contohnya pada kisah Firaun, dinyatakan bahwa: “Kali ini Saya selamatkan badanmu supaya kamu menjadi tanda bukti pelajaran bagi generasi sesudahmu,” yang kemudian pada abad ke-19 baru ditemukan muminya.


Al-Qur’an 2: Bagian 1


25 shape Aug

Kandungan al-Qur’an bisa dibagi tiga: ada kandungan yang berkaitan dengan tujuan diturunkannya, ada kandungan yang berkaitan dengan cara yang ditempuh untuk mengantar manusia ke tujuannya tersebut, dan yang terakhir adalah kandungan tentang bukti kebenarannya.


Taqwa – Bagian 3


07 shape Jan

Setiap larangan itu berkaitan dengan kesia-siaan tenaga yang kita keluarkan. Karena itu, larangan Allah tidak disesuaikan dengan kemampuan kita menghindarinya. Sedangkan perintah Allah disesuaikan dengan kemampuan kita dalam melakukannya karena untuk menjalankan perintah diperlukan daya upaya.


Taqwa – Bagian 2


30 shape Dec

Taqwa itu bertingkat-tingkat. Rasulullah saw. dinamai Imam al-Muttaqin, yakni penghulu para orang bertaqwa. Tetapi, orang-orang yang dalam peringkat rendah yang boleh jadi masih melakukan dosa; yang masih dalam proses menuju kesempurnaan taqwa,  maka dia sudah bisa dinamai orang yang bertaqwa apabila memiliki ciri-cirinya.


Nabi-nabi – Bagian 4


06 shape Aug

Dibandingkan Nabi-nabi sebelumnya, Nabi Muhammad saw. tidak lagi merinci ajarannya. Dia berikan pokok-pokok. Dia serahkan kepada akal manusia untuk mengembangkannya sesuai dengan pokok-pokok yang ada.


Nabi-nabi – Bagian 3


30 shape Jul

Para nabi dan rasul menyandang empat sifat: shiddiq, tabligh, amanah, dan fathanah. Kita yang mengikuti para nabi juga harus memiliki sifat-sifat tersebut, walaupun kadarnya berbeda.


Copyrights 2015 | Elha Omni Media