Rukun Islam

Puasa adalah kewajiban yang telah ditetapkan terhadap umat-umat yang lalu. Surah al-Baqarah: 183 menyebut kewajiban berpuasa tanpa menyebut siapa yang mewajibkannya. Ini untuk mengisyaratkan bahwa seandainya bukan Allah swt. yang mewajibkannya, maka manusia sendiri akan melaksanakannya setelah mengetahui betapa besar manfaatnya. Puasa yang diajarkan al-Qur'an dapat membuahkan kesucian jiwa, keikhlasan dan ketulusan, serta pengawasan diri & ketakwaan kepada Allah swt.

M. Quraish Shihab

Saat Isra Mi'raj, shalat lima kali sehari disyariatkan Allah, sedang sebelumnya hanya diwajibkan dua kali sehari. Ini berarti bahwa shalat sedemikian penting sehingga Allah swt. mengundang Nabi-Nya untuk datang "menemui-Nya" dan menerima langsung kewajiban itu. Riwayat ini bukan saja mengandung makna cinta Allah kepada Nabi-Nya Muhammad saw. yang diterimanya berkali-kali itu agar dapat merasakan berkali-kali lezatnya "pertemuan", tetapi juga untuk mengingatkan umatnya bahwa shalat lima kali sehari semalam itu adalah sesuatu yang sangat ringan sehingga tidak wajar untuk diabaikan atau hanya diamalkan dua atau tiga kali saja dalam sehari, lebih-lebih jika ditinggalkan semuanya dalam sehari semalam dan tentu saja sungguh amat buruk keberagamaan seseorang yang tidak mengarahkan wajah, pikiran, dan hati kepada Sang Pencipta.

M. Quraish Shihab

Wukuf di Arafah


03 shape Oct

Berkunjung ke Mekkah “Baitullah” untuk  melaksanakan haji adalah dambaan setiap Muslim, tapi tidak semua memperoleh dambaannya. Ada pesan ulama yang menyatakan: Kalau Anda tak dapat bekunjung ke rumah kekasih, maka undanglah kekasih ke rumah Anda. Yakni kalau Anda oleh satu dan lain hal tidak dapat berhaji, maka hadirkanlah Allah dalam benak Anda. Ketika itu Anda akan lebih berbahagia ketimbang yang berkunjung ke rumah kekasih tetapi ditolak, dianggap tidak menemui kekasih. Continue reading


Berlomba dalam Kebajikan


18 shape Jul

Bulan Ramadhan diibaratkan sebagai tanah yang subur. Apa pun yang Anda tabur akan tumbuh subur, kendati Anda tidak menaburi lahan dengan pupuk atau benih yang Anda tanam kurang berkualitas. Karena suburnya, kendati Anda tidak menabur lahan itu pun akan dipenuhi oleh alang-alang.

Ada juga yang mengibaratkan bulan suci itu sebagai bulan sale (obral) yang supermarket-nya terdapat di mana-mana serta terbuka sepanjang saat, menawarkan aneka komoditas dengan harga yang sangat sangat murah. Yang dibutuhkan untuk meraihnya hanya melangkah satu-dua langkah. Bahkan menampakkan keinginan pun—walau tidak melangkah—dapat mengundang pemilik supermarket mengirimkan sekian banyak hadiah untuk merangsang Anda melangkah ke sana. Dalam bahasa agama, keinginan tersebut dinamai niat yang tulus untuk berbuat kebajikan. Continue reading


Shiyam dan Shaum (Puasa Berganda)


27 shape Jun

Ada orang yang mempersamakan maksud kata shaum dan shiyam. Sebenarnya tidaklah demikian, kendati keduanya dari segi bahasa berarti menahan.  Shiyam adalah menahan diri dari makan, minum, dan hubungan seks demi karena Allah sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Inilah yang ditunjuk antara lain oleh QS. al-Baqarah [2]: 183 dan yang atas dasarnya umat Islam berpuasa sepanjang bulan Ramadhan. Sedang shaum digunakan al-Qur’an untuk makna menahan diri tidak  mengucapkan sesuatu yang tidak berguna walau sesuatu itu benar. Continue reading


Marhaban Ya Ramadhan


25 shape Jun

Marhaban Ya Ramadhan. Begitu bunyi sekian banyak spanduk di jalan raya menyambut bulan Ramadan. Ia dipahami oleh banyak orang kebanyakan dalam arti “Selamat datang”. Itu tidak salah, tetapi amat sederhana. Kata marhaban terambil dari kata raheb yang berarti luas/lebar. Ia diucapkan kepada tamu untuk menggambarkan bahwa ia disambut dengan hati lapang penuh kegembiraan. Dari akar kata raheb lahir juga kata yang berarti tempat perhentian musafir untuk memperbaiki kendaraan dan mengambil bekal perjalanan. Continue reading


Shalat antara Kewajiban dan Kebutuhan


17 shape May

Banyak yang menduga bahwa shalat baru disyariatkan Allah pada saat peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad saw. Dugaan ini keliru karena bertebaran ayat-ayat al-Qur’an yang turun sebelum peristiwa itu yang berbicara tentang shalat. Memang seperti sabda Nabi saw. kepada seseorang yang ingin memeluk Islam tapi ingin dibebaskan dari shalat: “Tidak ada baiknya suatu agama tanpa shalat.” Karena itu pula, shalat dikenal dalam semua agama kendati waktu, cara, dan bilangannya dapat berbeda-beda. Shalat lima kali sehari semalam itulah yang diwajibkan ketika peristiwa Mi’raj. Sebelum peristiwa itu, Nabi bersama sahabat–sahabat beliau pun telah shalat menghadap Ilahi, minimal dua kali dalam sehari semalam. Pagi dan petang. Continue reading


Copyrights 2015 | Elha Omni Media