Shalat

Antara Wajib dan Sunnah


Tanda kesesatan yang jelas adalah pengabaian shalat wajib. Seperti sabda Nabi saw.: "Perbedaan antara seorang mukmin dan kafir adalah pelaksanaan shalat." Pengabaian itu mencakup sekian banyak peringkat, dimulai dengan tidak melaksanakannya secara teratur sampai pada memperolok-olokkan dan menilainya sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat.

M. Quraish Shihab

Shalat – Bagian 4


09 shape Oct

Khusyuk secara bahasa berarti tenang. Ulama tidak memasukkan khusyuk sebagai syarat dan rukun dalam shalat, namun mereka menjelaskan hal-hal yang dapat mengantar pada kekhusyukan shalat. Apa sajakah hal tersebut?


Shalat – Bagian 2


22 shape Sep

“Celakalah orang-orang yang shalat” yang dimaksud dalam Surah al-Mâ’un itu adalah orang-orang yang melupakan substansi shalat, yakni makna terdalam dari shalat. Apakah substansi itu?


Shalat – Bagian 1


11 shape Sep

Banyak orang menduga, tidak perlu lagi diuraikan tentang shalat. Sejak kecil kita diajar shalat. Kenyataannya, bukan saja banyak orang shalat, tetapi tidak tampak hasil shalatnya, namun banyak juga orang yang masih salah shalatnya. Inilah yang paling perlu dijelaskan.


Saat Isra Mi'raj, shalat lima kali sehari disyariatkan Allah, sedang sebelumnya hanya diwajibkan dua kali sehari. Ini berarti bahwa shalat sedemikian penting sehingga Allah swt. mengundang Nabi-Nya untuk datang "menemui-Nya" dan menerima langsung kewajiban itu. Riwayat ini bukan saja mengandung makna cinta Allah kepada Nabi-Nya Muhammad saw. yang diterimanya berkali-kali itu agar dapat merasakan berkali-kali lezatnya "pertemuan", tetapi juga untuk mengingatkan umatnya bahwa shalat lima kali sehari semalam itu adalah sesuatu yang sangat ringan sehingga tidak wajar untuk diabaikan atau hanya diamalkan dua atau tiga kali saja dalam sehari, lebih-lebih jika ditinggalkan semuanya dalam sehari semalam dan tentu saja sungguh amat buruk keberagamaan seseorang yang tidak mengarahkan wajah, pikiran, dan hati kepada Sang Pencipta.

M. Quraish Shihab

Shalat antara Kewajiban dan Kebutuhan


17 shape May

Banyak yang menduga bahwa shalat baru disyariatkan Allah pada saat peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad saw. Dugaan ini keliru karena bertebaran ayat-ayat al-Qur’an yang turun sebelum peristiwa itu yang berbicara tentang shalat. Memang seperti sabda Nabi saw. kepada seseorang yang ingin memeluk Islam tapi ingin dibebaskan dari shalat: “Tidak ada baiknya suatu agama tanpa shalat.” Karena itu pula, shalat dikenal dalam semua agama kendati waktu, cara, dan bilangannya dapat berbeda-beda. Shalat lima kali sehari semalam itulah yang diwajibkan ketika peristiwa Mi’raj. Sebelum peristiwa itu, Nabi bersama sahabat–sahabat beliau pun telah shalat menghadap Ilahi, minimal dua kali dalam sehari semalam. Pagi dan petang. Continue reading


Copyrights 2015 | Elha Omni Media