Obat dan Penyembuhan


07 shape Oct

Dalam al-Qur’an dan Sunnah ditemukan sekian banyak teks yang berbicara tentang penyakit dan pengobatan. Salah satu yang sangat populer adalah firman-Nya, membenarkan ucapan Nabi Ibrahim as.: Wa idzâ maridhtu fahuwa yasyfîni. Bila aku sakit, maka Allah yang menyembuhkanku (QS. asy-Syu’arâ’ [26]: 80). Firman-Nya ini mengisyaratkan paling tidak dua hal.

Pertama: “Bila aku sakit” mengandung makna bahwa penyakit—yang diderita—terjadi karena kesalahan manusia, baik langsung maupun tidak. Kesalahan itu antara lain karena yang bersangkutan tidak menyesuaikan diri dengan sistem yang ditetapkan-Nya. Dari sini ditemukan tuntunan yang berkaitan dengan aneka kegiatan yang fungsinya pencegahan. Misalnya pemeliharaan kebersihan, memasak air yang akan diminum, kadar makanan yang dikonsumi, serta perlunya makan secara proporsional dan bergizi. Continue reading


Wukuf di Arafah


03 shape Oct

Berkunjung ke Mekkah “Baitullah” untuk  melaksanakan haji adalah dambaan setiap Muslim, tapi tidak semua memperoleh dambaannya. Ada pesan ulama yang menyatakan: Kalau Anda tak dapat bekunjung ke rumah kekasih, maka undanglah kekasih ke rumah Anda. Yakni kalau Anda oleh satu dan lain hal tidak dapat berhaji, maka hadirkanlah Allah dalam benak Anda. Ketika itu Anda akan lebih berbahagia ketimbang yang berkunjung ke rumah kekasih tetapi ditolak, dianggap tidak menemui kekasih. Continue reading


Hidup dan Mati – Bagian 4


30 shape Sep

Kenapa manusia takut mati? Bagaimana agama mengajarkan kita dalam menghadapi kematian?


Hidup dan Mati – Bagian 3


25 shape Sep

Bagaimana kualitas hidup kita? Apakah masa hidup yang telah kita lewati itu sia-sia?


Fanatisme


23 shape Sep

Tidak jarang orang mencela sikap fanatisme atau siapa yang fanatik. Celaan itu bisa pada tempatnya dan bisa juga tidak karena fanatisme dalam pengertian bahasa sebagaimana dikemukakan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah: “Keyakinan/kepercayaan yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya)”.

Sifat ini bila menghiasi diri seseorang dalam agama dan keyakinannya dapat dibenarkan bahkan terpuji, tetapi ia menjadi tercela jika sikapnya itu mengundangnya melecehkan orang lain dan merebut hak mereka menganut ajaran, kepercayaan, atau pendapat yang dipilihnya. Continue reading


Hidup dan Mati – Bagian 2


19 shape Sep

Apa yang dinamakan dengan mati? Bagaimana mati yang menyenangkan itu?


Perkawinan


16 shape Sep

Ada naluri dalam diri makhluk yang mendorongnya untuk “bertemu” dengan pasangannya. Ia merupakan desakan yang menggelisahkan bila dibendung, tetapi mengakibatkan mudharat bila disalurkan tanpa aturan. Dari sini, Islam sebagai agama fitrah (QS. ar-Rûm [30]: 30), memberi aneka tuntunan tentang perkawinan.

Ketika beberapa orang sahabat Nabi saw. bermaksud melakukan beberapa kegiatan yang tidak sejalan dengan fitrah, antara lain enggan menikah, Nabi saw. menegur dengan menyatakan bahwa: Nikah adalah sunahku, dan siapa yang tidak senang mengikuti sunahku maka dia tidak termasuk umatku.  Continue reading


Hidup dan Mati – Bagian 1


12 shape Sep

Apakah hidup dan mati itu hal yang menyenangkan ataukah hal yang menyedihkan? Sebenarnya, apa yang dinamakan dengan hidup itu?


Perempuan


09 shape Sep

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah” (QS. az-Zâriyât [51]: 49).

Perempuan diciptakan Allah berpasangan dengan lelaki untuk mendampinginya, demikian pula sebaliknya. Perempuan pastilah yang terbaik untuk mendampingi lelaki, demikian juga sebaliknya, karena tidak ada ciptaan Tuhan yang tidak sempurna dalam pontensinya mengemban tugas serta fungsi yang diharapkan darinya. Tanpa perempuan, masa muda lelaki menjadi gersang, masa matangnya menjadi hampa, dan masa tuanya menjadi penyesalan. Continue reading


Kitab Suci – Bagian 4


04 shape Sep

Bagaimana kita menyikapi kitab-kitab suci yang 4: Al-Qur’an, Injil, Taurat, dan Zabur? Bagaimana pula kita menempatkannya dalam kehidupan sehari-hari?


Copyrights 2015 | Elha Omni Media