Khusyuk secara bahasa berarti tenang. Ulama tidak memasukkan khusyuk sebagai syarat dan rukun dalam shalat, namun mereka menjelaskan hal-hal yang dapat mengantar pada kekhusyukan shalat. Apa sajakah hal tersebut?
Shalat – Bagian 3
Shalat bukan sekadar kewajiban, tapi shalat adalah kebutuhan. Jangan menganggap cukup hanya dengan mengingat-Nya saja. Ikuti tata cara yang telah ditetapkan-Nya.
Shalat – Bagian 2
“Celakalah orang-orang yang shalat” yang dimaksud dalam Surah al-Mâ’un itu adalah orang-orang yang melupakan substansi shalat, yakni makna terdalam dari shalat. Apakah substansi itu?
Shalat – Bagian 1
Banyak orang menduga, tidak perlu lagi diuraikan tentang shalat. Sejak kecil kita diajar shalat. Kenyataannya, bukan saja banyak orang shalat, tetapi tidak tampak hasil shalatnya, namun banyak juga orang yang masih salah [ … ]
Ukhuwah – Bagian 4
Al-Qur’an tidak memberi definisi apa itu persatuan. Al-Qur’an dan hadits itu memberi contoh-contoh apa yang harus dihindari karena dengan menghindarinya bisa timbul persaudaraan, seperti: ‘Janganlah satu kelompok menghina kelompok lain.’
Ukhuwah – Bagian 3
Istilah Ukhuwah Islamiyah itu mencakup semua persaudaraan: persaudaraan seagama, persaudaraan sesuku, persaudaraan sekemanusiaan, dan persaudaraan sebangsa karena betapapun semua manusia ini asalnya dari satu; kita bersaudara sejak Adam as. Namun, [ … ]
Ukhuwah – Bagian 2
Berulang-ulang al-Qur’an menyebutkan soal plurasime. Bahkan Allah sengaja menjadikan kita beragam supaya kita berlomba-lomba dalam kebajikan. Islam—al-Qur’an—mengakui eksistensi orang-orang yang tak sepaham dengannya. Karena itu juga, jangan dianggap pluralisme yang [ … ]
Ukhuwah – Bagian 1
Ukhuwah terambil dari bahasa al-Qur’an. Kata ini mempunyai dua makna dasar: persamaan dan perhatian. Siapa pun, bahkan apa pun, yang sama dengan Anda, maka itu adalah saudara. Semakin banyak persamaan, harusnya semakin [ … ]
Nabi-nabi – Bagian 4
Dibandingkan Nabi-nabi sebelumnya, Nabi Muhammad saw. tidak lagi merinci ajarannya. Dia berikan pokok-pokok. Dia serahkan kepada akal manusia untuk mengembangkannya sesuai dengan pokok-pokok yang ada.
Nabi-nabi – Bagian 3
Para nabi dan rasul menyandang empat sifat: shiddiq, tabligh, amanah, dan fathanah. Kita yang mengikuti para nabi juga harus memiliki sifat-sifat tersebut, walaupun kadarnya berbeda.