Timur dan Barat di Era Globalisasi* – Bagian 2


01 shape Jul

Apa yang dikemukakan sebelum ini adalah sikap Islam terhadap penyembah berhala. Adapun terhadap penganut agama-agama samawi, maka mari kita simak maksud firman-Nya dalam QS. al-Hajj [22]: 40.

Sekiranya Allah tidak menolak keganasan sebagian manusia dengan sebagian manusia yang lain, tentulah telah dirobohkan oleh para penindas biara-biara Nasrani, dan gereja-gereja, serta sinagog-sinagog, yakni tempat-tempat peribadatan orang Yahudi dan masjid-masjid, yang merupakan tempat-tempat di dalamnya banyak disebut nama Allah. Tetapi Allah tidak menghendaki roboh-robohnya tempat-tempat peribadatan itu. Sambil bersumpah, Allah berfirman: Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agama dan nilai-nilai-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa sehingga tidak ada yang dapat mengalahkan dan menghalangi kehendak-Nya.

Ayat ini mengisyaratkan bahwa dibenarkannya pembelaan terhadap penganiayaan yang bermaksud, antara lain agar wujud tempat ibadah kaum Nasrani dan Yahudi tetap bersinambung dan berdampingan keberadaannya di samping masjid-masjid tempat ibadah kaum Muslim.

Allah juga menegaskan bahwa: Sesungguhnya Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil, bahkan memberi sebagian hartamu kepada siapa pun yang tidak memerangi kamu menyangkut agama dan tidak juga mengusir kamu dari tumpah darah kamu (QS. al-Mumtahanah [60]: 8).

Sungguh tuntunan ini telah dipraktikkan dengan sangat baik oleh Nabi Muhammad saw., antara lain dapat disimak melalui janji beliau kepada kaum Nasrani di Najran. Janji tersebut menyatakan:

Pages: 1 2 3 4


Leave Comment

0 Comments

Leave Reply

You must be logged in to post a comment.

Leave a Reply

Copyrights 2015 | Elha Omni Media